Tips Hemas untuk Anak Kost

          Semakin naik jenjang pendidikan kita, maka akan semakin baik pula tempat pendidikan yang ingin kita tuju. Dan kebanyakan, semakin baik tempat pendidikan, justru semakin jauh pula dari rumah kita berada. Apabila kita tidak memiliki saudara atau kenalan dekat di sekitar tempat pendidikan, mau tidak mau kita harus siap tinggal di dekat sana, entah menyewa apartemen, kost, atau kontrak. Otomatis keadaan tersebut juga memaksa kita untuk hidup mandiri, dan bagi yang belum terbiasa, akan mudah berantakan dalam mengaturnya.

          Oleh sebab itu, kita harus pandai-pandai mengatur agenda aktivitas sehari-hari, terutama finansial. Masalah keuangan sangatlah vital bagi anak-anak yang hidup mandiri, karena salah-salah, kita bisa cepat kehabisan uang dan sulit menunjang hidup ke depannya. Saya yang merasakan hal semacam tersebut, bermaksud ingin sekedar berbagi tips agar kita dapat hidup hemat dan tidak bermasalah dalam keuangan. Berikut tips yang saya miliki:

1.  Biasakan hidup sederhana.

Namun permasalahannya di sini, standar hidup sederhana setiap orang berbeda-beda. Namun paling tidak, turunkan standar hidup yang biasa anda lakukan ketika hidup bersama orang tua. Yang sederhana-sederhana saja, justru membuat hidup kita lebih bahagia

2.  Cari tempat kost sederhana.

Budget untuk kost tersebut biasanya maksimal 20% – 30% dari uang bulanan yang kita terima. Yang terpenting bisa untuk tidur, karena aktivitas harian kita tidak selalu di kost. Memilih tinggal di apartemen atau kontrakan juga tidak masalah, tapi lebih baik sharing dengan teman, sekamar bisa bertiga atau berempat. Karena biasanya harga sewa yang ditawarkan tidaklah murah. Belum lagi kepentingan membayar air, listrik, keamanan, dan lain-lain.

3.  Buat skala prioritas.

Tindakan semacam ini penting dibutuhkan agar kita dapat mendaftar hal-hal apa saja yang kita butuhkan berdasar tingkat kepentingannya. Dengan begitu, kita akan dapat menghindari belanja terhadap barang-barang yang kurang dibutuhkan, dan lebih memfokuskan pembelian terhadap barang-barang yang harus diprioritaskan.

4.  Sedekah.

Jika kita menerima gaji atau uang bulanan, sudah seharusnya kita sedekahkan beberapanya bagi orang-orang yang membutuhkan. Jumlah yang perlu kita sedekahkan baiknya 2,5% dari yang kita peroleh. Hal ini penting karena dapat mensucikan harta dan membuka pintu rejeki lainnya. Disamping itu, berbagi kepada sesama itu kewajiban kita

5.  Makan sehat.

Ingat, makanan sehat tidak selalu mahal. Makan di warung-warung terdekat dengan tempat bersih dan menu yang seimbang, tetap akan menyehatkan tubuh. Lebih baik lagi jika kita dapat memasak sendiri, minimal untuk menanak nasi. Perlu juga kita menyusun target untuk setiap rupiah makanan kita. Karena faktor inilah yang paling membutuhkan uang. Ingat! Makan untuk hidup. Bukan hidup untuk makan.

6.  Menabung.

Nabung disini diperuntukkan hal-hal yang tidak terduga. Misal jika kita sakit, butuh barang-barang mahal, atau keluarga membutuhkan uang. Selain itu kebiasaan ini juga baik untuk masa depan nanti.

7.  Bedakan “butuh” dengan “ingin”.

Jika butuh, maka segera saja beli. Jika ingin, pikir dan tunda dulu. Biasanya “ingin” itu hanya sesaat. Sebab itu kita perlu memikirkannya matang-matang dahulu. Jika sudah ditunda, ternyata “ingin” itu masih ada, barulah kita beli. Dengan begitu kita akan terhindar dari

8.  Refreshing murah dan meriah.

Jika anda bosan di kost tapi enggan keluar uang banyak, maka pergilah berkunjung ke rumah saudara, teman, atau melihat pameran. Melalui berkunjung, kita dapat mempererat tali silahturrahmi. Bila memilih melihat pameran, selain mendapat suasana baru, kita juga bertambah wawasan dengan biaya yang minim.

9.  Perbanyak teman, kurangi pacar.

Disinilah letak perbedaannya. Teman itu susah senang selalu bersama. Banyak pula info yang didapet kalau kita banyak teman, mulai dari info seminar, info acara seru, hingga info makanan. Dan jika ada apa-apa akan dibantu. Berbeda dengan pacar yang justru akan mendorong kita mengeluarkan uang lebih banyak, bahkan untuk hal-hal yang kurang penting. Justru semakin baik jika kita menunda keinginan berpacaran dahulu.

10. Investasi.

Anda dapat melakukan hal ini sebagai pilihan tindakan terakhir. Namun, investasi justru lebih dibutuhkan bagi orang-orang yang kurang dapat menjaga penggunaannya uangnya dengan baik. Sehingga kita tidak akan bernafsu untuk terus menggunakan uang yang ada. Karena dengan begitu, uang kita akan tersimpan dengan aman dan dapat menghasilkan manfaat bagi diri sendiri ke depannya.

          Berikut merupakan 10 tips yang dapat anda terapkan agar dapat survive dengan baik sebagai anak kost, kontrakan, dan semacamnya. Semoga bermanfaat. :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s